Banyak entrepreneur khusunya yang baru-baru ini terjun sebagai pengusaha bingung atau tidak telalu mengetahui bagaimana mengurus pajak usahanya. Maka tak sedikit entrepreneur lebih memilih jasa konsultan pajak sebagai alternatif mengurus pajaknya.

Konsultan Pajak adalah orang atau badan yang memberikan jasa konsultasi pajak kepada Wajib Pajak dalam rangka melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Baca juga :

Adapun peran konsultan pajak dalam pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan Wajib Pajak, antara lain: mengurus administrasi perpajakan, memberikan konsultasi perpajakan, membantu dalam meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak, memberikan asistensi dalam mencari keadilan. Konsultan pajak berperan memberikan layanan konsultasi di bidang perpajakan sesuai dengan tingkat keahlian berdasarkan Sertifikat Konsultan Pajak, yaitu:

  • Sertifikat Konsultan Pajak tingkat A, memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya, kecuali Wajib Pajak yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia.
  • Sertifikat Konsultan Pajak tingkat B, memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya, kecuali kepada Wajib Pajak penanaman modal asing, Bentuk Usaha Tetap, dan Wajib Pajak yang berdomisili di negara yang mempunyai persetujuan penghindaran pajak berganda dengan Indonesia.
  • Sertifikat Konsultan Pajak tingkat C, memberikan jasa di bidang perpajakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya dalam ruang lingkup perpajakan internasional.

Tips Memilih Konsultan Pajak

  1. Kenali jenis bisnis yang Anda lakukan. Jika Anda merupakan Wajib Pajak Badan berupa perusahaan biasa, maka jangan memilih konsultan pajak yang hanya memiliki sertifikat Konsultan Pajak tingkat A. Melainkan Anda dapat memilih Konsultan Pajak yang memiliki sertifikat Konsultan Pajak B. Namun jika Anda merupakan Wajib Pajak Bentuk Usaha Tetap, Anda harus memilih Konsultan Pajak yang memiliki sertifikasi tingkat C. Setelah mengetahui jenis bisnis yang dilakukan dan konsultan bagaimana yang cocok dengan perusahaan Anda, pastikan bahwa Konsultan Pajak tersebut telah terdaftar dan memiliki izin praktek dari Direktorat Jenderal Pajak yang masih berlaku.
  2. Pilih konsultan yang memiliki pengalaman baik dan profesional. Hal tersebut dapat dilihat dari klien yang pernah ditangani atau “track record“, apakah konsultan tersebut pernah melakukan pengemplangan pajak atau hal-hal lain yang menurut peraturan perpajakan tidak diperbolehkan. Kemudian perhatikan, apakah konsultan tersebut terdaftar pada asosiasi konsultan pajak. Jika konsultan pajak tersebut termasuk anggota Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) maka akan memiliki nilai tambah tersendiri. Namun jika Anda lebih memilih konsultan pajak baru, maka pastikan konsultan tersebut benar-benar ahli di bidang pajak, hal ini dapat dilihat dengan pencapaian atau prestasi yang pernah diperoleh.
  3. Layanan apa saja yang disediakan. Hal tersebut perlu diperhatikan supaya Anda mengetahui apakah perusahaan tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Misalnya Anda membutuhkan jasa asistensi dalam mengajukan keberatan pajak, maka pastikan konsultan yang Anda pilih menyiapkan jasa dispute.

Untuk pengelolaan pajak dalam satu aplikasi, gunakan pajak.io yang merupakan mitra resmi Ditjen Pajak RI. Selain itu, pajak.io memiliki keunggulan berupa fitur multi-perusahaan dan multi-pengguna yang dapat digunakan secara gratis.